Blog Membahas Kata Kata, Fashion, Kecantikan, Hiburan, Kesehatan, Kuliner, Lifestyle, Elektronik, Olahraga, Otomotif, Family, Teknologi, Wisata dan Lain - Lain Yang Menarik Buat Dibaca

Bermodal Bisnis Dari Bank? Begini 7 Cara Mengelola Keuangannya

Meminjam uang pada bank memang ada baiknya dihindari. Namun di saat segala opsi sudah dilakukan hingga meminjam dari bank menjadi satu-satunya opsi tersedia, maka tidak ada salahnya tetap mencoba. Misal Anda ingin memulai bisnis importir barang dari China, dimana Anda sudah sangat paham seluk beluknya, tetapi tidak ada rekanan yang bisa diajak patungan, maka modal dari bank bisa dipertimbangkan.


The main point Anda memahami bahwa meminjam uang di bank jelas beresiko kehilangan aset jaminan jika Anda tidak mampu mengelola keuangan Anda. Oleh sebab itu, saat Anda memutuskan meminjam uang ke bank untuk modal usaha contohnya, pastikan Anda cerdik dalam mengelola pengeluaran hingga pemasukan, dan lakukan 7 cara ini agar bisnis sukses dan hutangpun lunas:

1. Jangan Gegabah Memilih Bank
Hal pertama yang perlu Anda pahami dalam meminjam uang di bank adalah tidak gegabah dalam memilih bank sebagai sumber dana pinjaman Anda. Tidak ada salahnya Anda bertanya dahulu kepada rekan Anda, atau langsung pada bank bersangkutan untuk mengetahui seputar besarnya bunga, waktu tenor peminjaman dan lain-lain.

Anda juga dapat membandingkannya melalui marketplace product hingga kemudian memutuskan bank mana yang akan Anda pilih. Ingat, jangan tergiur dengan penawaran menarik jika Anda meminjam dengan jumlah yang besar. Pastikan Anda hanya meminjam dengan besaran dana yang Anda butuhkan saja.

2. Sesuaikan Jenis Pinjaman dengan Usaha
Ada beberapa jenis peminjaman uang di bank, yakni jenis pinjaman jangka pendek dan jangka panjang. Sama halnya dengan menentukan besaran pinjaman yang disesuaikan dengan kebutuhan, jenis pinjaman ini juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan tentunya kemampuan Anda.

Jika Anda yakin bisnis akan menghasilkan laba yang besar setiap bulannya, tidak ada salahnya meminjam dengan pinjaman jangka pendek, agar hutang segera terlunaskan.

3. Buat Detail Rencana Promosi Bisnis dan Pengelolaan Laba
Selanjutnya, agar proses pembayaran ke bank berjalan dengan lancar, tentunya bisnispun harus berkembang. Dengan demikian rencanakanlah strategi promosi bisnis Anda. Perhatikan selalu perkembangan bisnis dari waktu ke waktu agar dapat diketahui strategi bisnis mana yang memang cocok untuk usaha Anda.

Kemudian, jangan lupa untuk selalu detail dalam mengelola laba dari bisnis Anda. Buatlah catatan harian mengenai laba yang didapat dari setiap produk yang dijual. Jika Anda menemukan adanya penurunan, maka disinilah pemahanan strategi bisnis akan berperan dalam menstabilkan kembali laba Anda.

4. Konsisten Menjaga Rasio Hutang
Bisnis memang selalu mengalami naik nurun. Nah, disaat mengalami kenaikan, ini bukan berarti Anda bisa foya-foya.

Ingatlah bahwa ada saatnya pula bisnis mungkin kembali mengalami penurunan. Oleh sebab itu Anda wajib menahan hasrat membeli apapun yang belom Anda butuhkan. Tetaplah konsiten dan fokus pada apa yang dibutuhkan saja agar Anda konsisten menjaga rasio hutang.

Dengan demikian, kor SLIK Anda di bank akan baik dan tidak akan mengalami blacklist.

5. Pisahkan Dana Bayar Cicilan dengan Dana Modal dan Laba
Saat mendapatkan laba, aturlah keuangan dengan memisahkan uang untuk membayar cicilan dan dana modal Anda. Pisahkan pula untuk dana laba dan kebutuhan sehari-hari Anda agar keuangan lebih tertata.

Pastikan Anda benar-benar berkomitmen bahwa Anda tidak akan mengambil untuk kebutuhan sehari-hari Anda pada dana yang sudah dipisahkan tadi.

6. Sediakan Dana Cadangan
Saat dana untuk bayar cicilan dan dana modal sudah dipisahkan, jangan lupa pula untuk menyiapkan dana cadangan. Dana cadangan ini akan menjadi penolong jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Contohnya seperti bisnis mengalami penurunan atau bahkan kerugian.

Dengan adanya dana cadangan, Anda akan tetap bisa membayar cicilan setiap bulannya.

7. Pastikan Selalu Disiplin Membayar Cicilan
Biasanya ada komitmen antara bank dengan pihak peminjam yang berkaitan dengan jumlah cicilan per bulan serta kapan cicilan terebut bisa dibayarkan. Nah, pastikan Anda disiplin dalam membayar cicilan. Bila perlu bayarlah sebelum tanggal yang ditentukan agar citra Anda baik di mata bank yang Anda pinjam.

Ke 7 cara di atas juga perlu diimbangi dengan motivasi diri yang kuat agar hutang segera lunas. Pastinya Anda akan lebih nyaman bukan ketika merasakan laba 100% tanpa memikirkan hutang ke bank beserta bunganya?
Jadi, selalu disiplin membayar dan pintar mengelola keuangan dengan 7 cara di atas ya.

Referensi: https://bri.co.id/kpr
Share:
Read More

Tips Membedakan Gitar Yamaha Asli dan Palsu

Menggunakan gitar Yamaha sebagai pilihan gitar akustik terbaik untuk bermain musik adalah pilihan yang tepat. Karena, selain gitar merek ini sangat berkualitas juga bisa menciptakan alunan suara gitar sempurna tanpa ada yang sumbang.


Bagi yang memiliki hobi bermain musik terutama gitar, memang disarankan menggunakan gitar akustik yang berkualitas. Karena dengan begitu, Anda bisa bermain atau bahkan belajar dengan sebaik-baiknya.

Namun, jika Anda ingin menggunakan gitar Yamaha tersebut pastikan Anda membeli yang asli dan bukan tiruan atau palsu. Oleh karena itu, Anda perlu pemahaman terlebih dulu bagaimana gitar yang asli ini sebenarnya.

Untuk itu, Anda harus tahu cara membedakannya agar tidak tertipu pada saat membeli. Karena sekarang ini tidak ada barang yang tidak bisa dipalsukan termasuk yang berhubungan dengan teknologi sekalipun.

Cara Membedakan Asli dan Palsu
Membedakan gitar berkualitas atau bermerek yang asli dan palsu ada beberapa cara, dan hal tersebut harus benar-benar dipahami lebih dulu.

Karena tidak mudah untuk membedakannya jika Anda tidak jeli atau tidak mengerti seluk beluk gitar bermerek tersebut. Adapun panduan untuk membedakannya antara gitar Yamaha asli atau palsu adalah sebagai berikut :

1. Beli di Toko Yamaha Langsung
Yang paling mudah dan cepat dalam membeli sebuah gitar bermerek seperti Yamaha adalah memastikan untuk membeli di tokonya langsung, dijamin Anda tidak akan tertipu, tertukar atau salah membeli barang.

Anda tinggal mendatangi tokonya langsung, memilih tipe gitar yang Anda butuhkan dan membayar sesuai harganya. Anda tidak perlu memeriksa atau mengecek bentuk barangnya, karena semua gitar yang dibeli di toko Yamaha Musik aslinya sudah pasti itu adalah gitar asli.

2. Perhatikan Detail
Gitar merek Yamaha ini memiliki desain finishing yang khas, sehingga bisa dibedakan secara detail bentuk finishingnya. Dengan begitu, Anda harus memperhatikan secara detail bagaimana finishing gitar yang ingin Anda beli tersebut.

Bahkan, jika Anda ragu maka Anda bisa mengecek nomor seri dan tipe gitar tersebut pada situs resmi Yamaha sendiri. Dari keterangan tersebut Anda bisa membedakan atau melihat apa yang terlihat beda dari gitar tersebut dengan gitar merek Yamaha.

3. Lihat Label Asli
Jika Anda memang tidak membeli gitar Yamaha di toko aslinya tapi Anda ragu dengan keaslian barangnya, maka Anda bisa melihat dari label aslinya. Karena label adalah salah satu bukti keaslian sebuah produk termasuk Gitar dari Yamaha ini.

Untuk merek Yamaha ini, label bisa dilihat di bagian dalam badan gitar, dan pastikan label tersebut menempel dengan benar tanpa ada kesan paksaan seperti label buatan. Bahkan label pun bisa dipalsukan, hanya saja label pada gitar dari Yamaha pasti bisa dibedakan dengan bentuk label buatan palsu.

4. Dengar Kualitas Suara
Yang terakhir sebagai tambahan untuk meyakinkan sebuah gitar adalah asli dari Yamaha adalah dengan mendengarkan kualitas suaranya. Setelah membandingkan semua hal secara seksama dan detail, sudah pasti kita juga harus membuktikan alat musik dari suara yang dihasilkan.

Barang berkualitas memang tidak bisa menipu, untuk itu perlu dicek juga kualitas barang. Untuk mengecek kualitas gitar perlu didengarkan apakah suaranya terdengar sumbang atau tidak enak, atau justru suaranya sangat solid, kuat dan merdu maka gitar tersebut memang benar gitar asli buatan Yamaha.

Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pemeriksaan dengan keempat cara di atas agar Anda tidak menyesal telah membeli barang yang salah.

Share:
Read More